Senin, 31 Maret 2014

Deklarasi Komunitas Piye Kabare Berlangsung Meriah di TMII Jakarta




    Suasana Deklarasi Komunitas Piye Kabare di Panggung Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta


LIPUTANSATU - Bermula dari tulisan rakyat di dinding belakang mobil truk yakni  "Piye kabare" dan bergambar pak Harto saat tersenyum. Kini di Indonesia telah sejak tangal 30 Maret 2014 telah resmi dikukuhkan menjadi Komunitas Piyekabare.

Dengan  mengenang semangat perjuangan Jenderal Soeharto Presiden Ke-2 RI, komunitas ini sebelumnya telah mengundang  seluruh masyarakat untuk menghadiri acara kenduri rakyat yang diadakan, Minggu 30 Maret 2014 pukul 10.00 pagi s/d 16.00 sore di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  Jakarta.

Selain menggelar Seni dan Budaya, acara ini juga menggelar Pengukuhan Pimpinan Pengurus Pusat (DPP) Komunitas Piyekabare ke 34 Propinsi di Indonesia.

Sebelumnya Ketua Umum Komunitas Piye Kabare Neneng A Tuty SH.dalam undangan menyatakan “Saya selaku Ketua Umum Komunitas Piyekabare menggajak masyarakat untuk hadir dalam acara kenduri rakyat ini, selain beberapa tokoh masyarakat yang hadir, acara ini diiringi oleh musik Demaz Band"

Ketua Umum Komunitas Piyekabare berharap masyarakat Indonesia mengikuti semangat juang Soeharto dalam membangun negeri tercinta ini.

Dalam kesempatan yang penuh dengan suasa kekeluargaan serta pemotongan tumpeng, juga Komunitas Piye Kabare melalui Ketua Umum-nya Neneng A Tuty SH, juga menyerahkan mobil untuk pejuang Trikora.

Selasa, 25 Maret 2014

"Red Match" Berangkatkan 18 Nasabah Danamon ke Inggris

Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk kembali memberikan pengalaman yang tidak ternilai kepada seluruh pemenang program Red Match 2013 periode pengundian 20 Desember 2013, di mana para pemenang menyaksikan pertandingan Big Match Manchester United melawan Liverpool pada 16 Maret 2014 lalu langsung di Stadion “Theatre of Dream” Old Trafford, Manchester, Inggris.

“Danamon mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang Red Match. Merupakan kebanggaan bagi kami untuk dapat memberikan pengalaman berharga serta mendekatkan para nasabah untuk mendukung langsung Manchester United sebagai bentuk loyalitas fans sejati terhadap klubnya. Keberangkatan para pemenang Red Match ke Manchester ini merupakan realisasi dari komitmen kami untuk selalu memberikan layanan yang terbaik bagi nasabah kami, terutama bagi yang merupakan fans Manchester United,” papar Dessy Masri, Card Business Head Danamon, di Jakarta, kemarin.


SUMBER: http://www.neraca.co.id/article/39566/Red-Match-Berangkatkan-18-Nasabah-Danamon-ke-Inggris

Kamis, 19 Desember 2013

“INDONESIA- JAPAN EXPO 2013” Pesta Ulang Tahun Hubungan Indonesia-Jepang ke-55: “Memperkokoh Persahabatan untuk Masa Depan yang Lebih Baik”



Rachmat Gobel,  Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang memberikan penjelasan di Jakarta

DANAMON-MU, Hubungan bilateral Indonesia – Jepang tahun ini memasuki usianya yang ke-55. Dalam   rentang  55 tahun  banyak kerjasama yang sudah dijalin. Bukan hanya kerjasama  bidang politik,  namun juga kerjasama dibidang  lainnya, seperti  perdagangan, teknologi, sosial, pendidikan, dan kebudayaan.  Bentuk kerjasama yang saling menguntungkan ini tentu saja memiliki banyak dampak positif dan makin memperkokoh persahabatan kedua bangsa, untuk masa depan yang lebih baik.  “Jepang telah berdiri di sisi Indonesia, jauh sebelum negara lain membuka hubungan kerjasama bilateral dengan Indonesia.  Hubungan yang tidak sekedar hubungan ekonomi bisnis belaka, namun juga hubungan yang lebih dekat, dari hati ke hati. Heart to heart relationship between people and nations”, kata  Rachmat Gobel,  Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang.


Penyelenggaraan perayaan Hari Ulang Tahun ke-55, Indonesia-Jepang, yang dikemas dalam “Indonesia Japan Expo” (IJE) ini merupakan penyelenggaraan  untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, tahun 2008 digelar pertama kalinya dalam rangka  memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-jepang, atau peringatan ulang tahun emas (the golden years).

Tahun 2013 ini, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Komite Inovasi Nasional (KIN), New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO, Jepang), Forum Pemimpin Redaksi (FORUM PEMRED) dan The Nikkan Kogyoo Shimbun Ltd dan Radyatama, mengambil inisiatif untuk menggelar  kembali acara bertajuk “Indonesia-Japan Expo 2013 – Smart Community in Indonesia”,  di arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran, pada 19-22 Desember 2013.

Tema “Smart Community” dipilih menjadi topik utama IJE 2013 ini  untuk   menjawab dua persoalan yang ada di masyarakat Indonesia,  pertama persoalan kelangkaan dan keamanan, serta kelangsungan pasokan bahan makanan, energi, obat-obatan dan air bersih atau foods, energy and water security serta health security. Persoalan yang kedua adalah  untuk mentransformasikan masyarakat Indonesia  menuju masyarakat dengan gaya hidup (lifestyle) yang berdiri di atas pemanfaatan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.

“Tentu saja, untuk menghadapi persoalan  tersebut kita  memerlukan pemahaman, konsepsi, serta keahlian  untuk melakukan inovasi pada produk teknologi yang ramah lingkungan, melalui paradigma yang “out of the box”, termasuk didalamnya upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujar Rachmat Gobel.

Ditambahkan Rachmat Gobel, upaya menjawab persoalan tadi juga merupakan bagian dari  visi besar Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang dalam berbagai  kesempatan selalu menyinggung tentang  proses transformasi masyarakat Indonesia menuju tahun 2045. Sebuah visi yang menjadi cita-cita setiap bangsa, apalagi pada tahun 2045 nanti Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke 100 tahun.


Pameran dan Seminar Smart Community in Indonesia

Untuk "membedah" konsep Smart Community sejumlah seminar sudah disiapkan, seperti yang akan digelar pada hari kedua, yakni seminar bertema "Group Discussion / Talkshow about Environment (Kitakiyushu)", kemudian seminar tentang "Green Investment, Innovation & Productivity". Dilanjutkan dengan seminar bertajuk "Smart Community & Indonesia New Energy", lalu dilengkapi dengan digelarnya Workshop oleh Advanced Industrial Science and Technology (AIST) dengan tema Innovation Ecosystem in Indonesia. Bagi pengunjung yang berminat mengikuti seminar tentang "Smart Community" dipersilakan datang dan tidak dikenakan biaya (free of charge).

Untuk memberi gambaran yang lengkap kepada masyarakat/pengunjung tentang Smart Community, panitia juga membuat sebuah ruang “Diorama  Smart Community Concept”.  Disekitar lokasi tersebut juga akan diisi dengan stand-stand Smart City,  seperti sajian konsep ”Kitakyushu City”, dan stand dari New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO, Jepang),


 Workshop, Talkshow, dan Seminar
Kegiatan yang tidak kalah menarik dalam IJE 2013 adalah digelarnya sejumlah Workshop,  Talkshow dan Seminar. Misalkan dihari pertama, tanggal 19 Desember 2013, panitia IJE menggelar "Workshop & Competition Kinchaku, Kimekomi Ball, dan Mini Zori" di Hall A. Lalu seminar "Monozukuri V "The Secret of Bathtub Industry" yang akan digelar di ruang Semeru 1-2, pusat niaga JIExpo lantai 6.  Bagi penggemar seni merangkai bunga dan dedaunan (Oshibana), bisa mengikuti workshop-nya  di hall A arena IJE 2013.

Dihari kedua, Jumat 20 Desember 2013, panitia menggelar Talkshow "Mengenal Lebih Dekat Culture Masyarakat Jepang dengan bintang tamu CowCow Senam".  Dihari yang sama Japan Foundation juga akan menggelar sebuah diskusi bertajuk "Lesson From Japanese Public Diplomacy". Bagi penggemar permainan jepang, IGO, panitia juga akan menggelar workshop-nya.  Disana, para pengunjung bisa mengikuti pengenalan permainan IGO, termasuk cara bermainnya.  Bagi penggemar Origami, acara workshop akan digelar  pada hari Sabtu, 21 Desember 2013 di Hall A arena JIExpo kemayoran.


Ragam Kompetisi
Sejumlah kompetisi  yang pasti membuat gelaran IJE 2013 menjadi lebih semarak diantaranya, kompetisi  Indie J-Band, yang hingga laporan terakhir, lebih dari 20 band mendaftar dan jumlah ini akan terus bertambah menjelang digelarnya perhelatan IJE 2013 . Selain band, di IJE juga digelar kompetisi membuat Kinchaku, Kimekomi Ball, Mini Zori. Lalu kompetisi Kanzashi  dan Kurumi, kompetisi atau lomba karaoke lagu Indonesia-Jepang,  kemudian kompetisi  para-para Dance dan Mai-mai, hingga kompetisi Japan Fashion (Cosplay & Harajuku) .  Khusus Cosplay dan Harajuku, tahun ini diprediksi akan lebih semarak karena sudah makin dikenalnya model fashion anime dan fashion kaula muda Jepang  di Indonesia. Sejumlah kontes Cosplay dan Harajuku yang digelar berbagai komunitas di Indonesia  dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan.

Kompetisi menggambar anime juga akan digelar bagi anak-anak, dengan demikian pengunjung yang membawa anak-anak bisa  menyertakan sang buah hati untuk mengikuti  meramaikan acara ini.


Pentas Budaya dan Musik
Kesenian dan Kebudayaan kedua negara juga akan ditampilkan dalam IJE 2013, misalkan kolaborasi permainan Angklung dan Shansin. Angklung yang kini sudah mendunia akan dikolaborasikan  dengan Shansin. Shansin menjadi ciri khas alat musik tradisional Jepang yang  terbuat dari bambu. Alat yang mirip dengan "banjo" ini memiliki sejumlah senar, pemainnya menggunakan bachi  sebagai alat petiknya dan terbuat dari gading.

Tidak kalah menarik, dihari terakhir Jepang juga akan menampilkan Festival Parade "Taiko Tokyo Colaborate with Omikoshi dan Bon Odori".  Sementara Indonesia  akan menghadirkan "Tarian Binjai”. Dan bagi penggemar kartun Jepang, seperti Doraemon, Shinchan dan Hello Kity, di hari  terakhir IJE akan digelar Meet & Greet IMMG Character.

Seperti tahun sebelumnya, IJE 2013 juga akan menghadirkan sejumlah pagelaran musik, mulai dari penampilan para peserta J-Band, konser "Jakarta Keion Band", yakni sebuah band yang anggotanya pemuda dan pemudi Jepang  yang tinggal di Indonesia. Tidak kalah menarik, dalam  pentas musik IJE 2013, panitia mendatangkan band ternama Jepang, HaKU dan  Weaver.  Selain itu, panitia IJE juga akan menghadirkan  kelompok vokal wanita yang tengah digandrungi masyarakat Indonesia, yakni  JKT48  yang akan tampil dan ikut          menyemarakkan IJE 2013 dihari terakhir, Minggu 22 Desember 2013.


Target Pengunjung
Dengan harga tiket masuk Rp. 20.000,-, pengunjung bisa menikmati beragam acara dalam areal IJE 2013, mulai dari pameran, workshop, seminar hingga  mengikuti ragam acara hiburan lainnya, termasuk menyaksikan penampilan  band Jepang; HaKu, Weaver dan  kelompok vokal wanita JKT48.

“Selama berlangsungnya pameran IJE 2013, diharapkan sekitar 80.000 orang akan datang dan turut ambil bagian  dalam  berbagai acara hiburan seperti festival seni dan kebudayaan yang digelar secara interaktif,” kata Ernst K Remboen, President Director PT. Kerabat Dyan Utama (Radyatama),  selaku penyelenggara event ini


Informasi lengkap tentang IJE 2013 dan day-to-day update bisa diakses melalui website :





Senin, 18 November 2013

Ketua DPD Mengharapkan Sesjen DPD yang Baru Mengerahkan Keahlian dan Pengalaman

Bentangkan/Ciutkan
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengharapkan Sekretaris Jenderal (Sesjen) DPD yang baru, Sudarsono Hardjosoekarto, mengerahkan keahlian dan pengalamannya sebagai birokrat dan akademisi untuk membantu mewujudkan DPD sebagai lembaga perwakilan daerah yang kuat serta efektif dan efisien. Keahlian dan pengalaman, berikut dukungan keilmuannya, bersinggungan dengan fungsi, tugas, dan wewenang DPD, serta penguatan peran DPD dalam tata negara dan tata pemerintahan.
“Saya meminta Sekretaris Jenderal DPD yang baru untuk membantu mewujudkan DPD sebagai lembaga perwakilan daerah yang kuat serta efektif dan efisien dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah,” ujar Ketua DPD dalam sambutannya seusai melantik Sudarsono sebagai Sesjen DPD di Ruangan Pustakaloka Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11). “Amanah mulia ini sangat penting, dan merupakan amanah negara yang menuntut tanggung jawab yang tinggi.”
Sebagai lembaga perwakilan daerah, dukungan keahlian dan pengalaman ini juga dilandasi oleh pemahamannya terhadap aspek kedaerahan sebagai mozaik Nusantara yang kaya dan aneka. “Saya yakin, bahwa pengalaman Saudara sebagai birokrat, yang sudah lama berkecimpung dalam dunia birokrasi, dikombinasikan dengan pengalaman sebagai akademisi, dapat memberikan kontribusi yang tinggi kepada kinerja sekretariat jenderal, dalam mendukung fungsi, tugas, dan wewenang DPD,” sambungnya, seraya menekankan seluruh rangkaian pengusulan, penetapan, serta pelantikan merupakan satu kesatuan.
Irman mengharapkan keberhasilan penyelenggaraan dukungan administratif dan keahlian Sekretariat Jenderal DPD. “Sebagai salah satu lembaga negara, apapun peran DPD dalam setiap penyelenggaraan fungsi, tugas, dan wewenangnya, akan dicatat sebagai bagian sejarah bangsa Indonesia. Keberhasilan DPD dalam melakukan perannya juga akan ditentukan oleh keberhasilan Sekretariat Jenderal DPD yang menyelenggarakan dukungan administratif dan keahlian.”
Sudarsono Hardjosoekarto kelahiran Sragen, tanggal 25 November 1957. Dia meraih gelar doktor (Dr) di Universitas Tokyo; master (MA) juga di Universitas Tokyo, serta sarjana (insinyur) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Konsentrasinya di bidang political economy, organizational economic, sosiologi ekonomi, dan public policy (policy analysis). Dia adalah staf pengajar atau guru besar (profesor) Departemen Sosiologi FISIP UI sekaligus Ketua Departemen Sosiologi FISIP UI.
Istrinya bernama Evy Adiningrum. Mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni Hiroanto Allifriadi, lulusan master University of Leeds dan asisten dosen Universitas Gadjah Mada (UGM); Harubimo Equin, lulusan master Monash University dan peneliti Komite Ekonomi Nasional (KEN); serta Nori Hesviandani, mahasiswi Universitas Indonesia (UI).
Sudarsono meraih gelar doktor (Dr) di Universitas Tokyo; master (MA) juga di Universitas Tokyo, serta sarjana (insinyur) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Konsentrasinya di bidang political economy, organizational economic, sosiologi ekonomi, dan public policy (policy analysis). Dia adalah staf pengajar atau guru besar (profesor) Departemen Sosiologi FISIP UI sekaligus Ketua Departemen Sosiologi FISIP UI. Keputusan Presiden memang tidak menyebut gelar guru besar itu karena gelar akademik itu diperoleh Sudarsono di tengah proses pengusulan dan penetapan.
Di jajaran birokrasi, Sudarsono adalah Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Sekolah Staf Pimpinan Administrasi Nasional (Sespanas) Lembaga Administrasi Negara (LAN) (1996-1999), Direktur Jenderal (Dirjen) Pemerintahan Umum dan Daerah Departemen Dalam Negeri (Depdagri) (2000-2001), Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah (Depdagri Otda) (2001-2002), Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Depdagri (2002-2005), Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Depdagri (2004-2005), pejabat Gubernur Jambi (2005), dan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Depdagri.
Pengerahan keahlian dan pengalaman Sudarsono untuk membantu mewujudkan DPD sebagai lembaga perwakilan daerah yang kuat serta efektif dan efisien itu mempertimbangkan tuntutan perkembangan DPD pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ihwal konstitusionalitas hak dan/atau kewenangan legislasi DPD tanggal 27 Maret 2013. Menindaklanjutinya antara lain melalui perubahan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3), serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU P3), juga penyesuaian antara Peraturan Tata Tertib DPD dan Peraturan Tata Tertib DPR.
Irman juga mengharapkan keberhasilan penyelenggaraan support system keparlemenan yang sesuai dengan ciri atau karakter wilayah Indonesia. “Dalam hampir 10 tahun terakhir ini, sudah banyak dilakukan usaha pengembangan sistem pendukung administrasi dan teknis persidangan, penyerapan aspirasi, serta komunikasi politik. Namun masih harus banyak dilakukan upaya pengembangan metode dan peningkatan subtansinya. Demikian juga hubungan medianya.” Maksud dan tujuannya, agar setiap kerja politik yang dilakukan oleh pimpinan DPD dan anggota DPD harus jelas diketahui oleh masyarakat dan daerah, dan bahkan mendapat umpan balik yang terus menerus.
Ihwal kantor DPD di ibukota provinsi, ia meminta Sekretaris Jenderal DPD yang baru untuk memperhatikannya sungguh-sungguh. Kehadiran kantor DPD di ibukota provinsi itu bermanfaat sebagai lokasi menyalurkan aspirasi masyarakat dan daerah sekaligus mengakomodir tuntutan mereka terhadap wakil-wakilnya di DPD. “Tuntutan masyarakat dan daerah terhadap wakil-wakilnya dalam menyalurkan aspirasi mutlak harus diakomodir, mengingat kehadiran para senator di Senayan ini adalah atas pilihan konstituen.” Pengalaman Sudarsono sebagai mantan Dirjen Pemerintahan Umum, Dirjen Otonomi Daerah, Dirjen Kesbangpol, serta pejabat Gubernur Jambi tentu saja dapat ditransformasikan dalam mengelola hubungan antara DPD dan mitra-mitra kerja, baik di pusat maupun di daerah.
Menjelang penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) tahun 2014, tak ketinggalan, Irman mengingingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan tugas. “Tahun depan sering disebut tahun politik, saya mengingatkan kita agar tetap melaksanakan tugas. Meskipun masa sidang ini (2013-2014) singkat, ditambah dengan pesta demokrasi yang akan kita jalankan tahun depan, kita harus tetap melaksanakan amanat dan memelihara kepercayaan. Kita masih mendengar berbagai kritik atas kinerja DPD, dan bahkan masyarakat dan daerah menginginkan DPD dapat lebih eksis dalam legislasi, pengawasan, dan anggaran. Tentu saja, hanya dengan kerja keras kita semua, kita dapat memenuhi harapan yang tinggi itu.”


Siaran pers ini dikeluarkan secara resmi oleh
Bidang Pemberitaan dan Media Visual
DPD RI